Wah, Ini 5 Hal yang Akan Terjadi Pada Tubuh Jika Berhenti Makan Nasi dan Roti


Kontra.id - Nasi merupakan makanan utama secara khusus bagi orang Indonesia. Nasi, roti, atau mie adalah kabohidrat sederhana yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Tapi, konsumsi kabohidrat yang berlebihan menimbulkan dampak negatif bagi tubuh, sehingga para ahli menetapkan konsumsi kabohidrat tiap hari hanya 45-65 persen perhari. 

Makanan yang mengandung kabohidrat tinggi juga membuat berat badan cepat naik, sehingga sekarang ini banyak sekali orang yang sudah memulai diet karbo yaitu diet yang mengurangi jumlah kabohidrat dalam tubuh. Dilansir dari kompas.com setidaknya akan terjadi 6 hal ini kalau anda tidak mengkonsumsi nasi atau roti.

1. Tidak mudah lapar 
Sebenarnya bukan kalori yang membuat kita kenyang tetapi nutrisi seperti serat, lemak sehat dan protein. Makanya ketika makan kabohidrat sederhana seperti nasi atau roti akan cepat lapar karena  tubuh tetap akan mencari nutrisi. Gantilah makanan mu dengan yang mengandung nutrisi sehingga tidak mudah lapar.

2. Pembakaran lemak
Dengan mengurangi kabohidrat padat energi akan membuat tubuh menekan lebih banyak kalori, yang membuat tubuh membakar lemak sebagai sumber energi. Berolahraga sebelum sarapan akan mempercepat proses pembakaran lemak dan tubuh juga hanya akan membakar lemak cadangan energi bukan makanan yang kita asup. 

3. Perut rata
Memiliki perut yang rata merupakan impian tiap orang. Jadi ketika anda mengganti makanan berkabohidrat sederhana dengan makanan yang kaya protein maka hal yang akan lebih kelihatan pada tubuh yaitu perut lebih cepat rata. Sebaliknya ketika kekurangan serat akan membuat bakteri jahat di usus akan sangat banyak sehingga membuat perut kembung atau buncit dari biasanya.

4. Membangun otot 
Ketika anda ingin membangun otot tubuh anda maka anda harus mengurangi konsumsi kabohidrat sederhana karena bahan kabohidrat sederhana tidak memiliki protein yang berfungsi untuk membentuk otot. 

5. Mengurangi risiko penyakit
Seperti diketahui kabohidrat sederhana itu mengandung gula yang jika dikonsumsi dalam jumlah banyak akan membuat pangkreas menghasilakan hormon insulin dalam jumlah banyak pula dan lama kelamaan akan memicu resistensi insulin yang menyebabkan diabetes. Konsumsi serat atau karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, gandum utuh, oat, atau kue tradisional yang sulit dikunyah, dapat mencegah gula darah naik dengan cepat yang akan membuat tubuh mengeluarkan insulin. Kadar gula darah yang normal dan stabil akan membuat produksi insulin yang dihasilkan juga konsisten sehingga resistensi insulin bisa dicegah.