Syafli Marif: Pemain Pilkada DKI Harus Siap Berdamai, Tidak Boleh Sombong




Kontra.id - Dalam menanggapi putaran kedua pilkada DKI pada 19 April 2017 mendatang, mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafli Marif meminta agar para calon Gubernur dan wakil calon Gubernur agar menerima apa pun hasil suara yang diberikan masyarakat pada pilkada yang akan datang.

"Para pemainnya seharusnya berdamai, jadi siap menang siap kalah dan kalau sudah kalah terima yang menang, kalau yang sudah menang jangan sombong," kata Syafii di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (8/4/2017).

Syafli Marif juga menghimbau agar agama tidak dijadikan sebagai alat politik, karena ini akan berdampak buruk pada perubahan sikap masyarakat. "Orang kan mudah sekali mengembangkan kultur kebencian," ucap Syafii.

Syafli meminta kepada penegak hukum agar bisa bertindak tegas dalam menanggapi spanduk provokatif yang banyak beredar. Ini bertujuan untuk meredakan potensi konflik horizontal dalam masyarakat.

"Penegak hukum jangan membiarkan itu, agar polisi swasta tidak bergentayangan. Polisi harus bertindak tegas," ucap Syafii.

Menurut Marif untuk memilih calon pemimpin yang akan meimpin Jakarta hingga 5 tahun kedepan, masyarakat harus melihat jejak para calon kepala daerah, salah satunya cara para calon dalam membela rakyatnya.
Dilansir dari kompas.com